Gejala Penyakit Jantung Koroner dan Pencegahannya dengan Solusi CERDIK

Gejala Penyakit Jantung Koroner dan Pencegahannya dengan Solusi CERDIK

Gejala Penyakit Jantung Koroner dan Pencegahannya dengan Solusi CERDIK

Gejala Penyakit Jantung Koroner dan Pencegahannya dengan Solusi CERDIK sudah disosialisasikan oleh Kementerian Kesehatan. Menurut Survei Sample Registration Symple (SRS) 2014 penyakit jantung koroner menduduki peringkat teratas sebanyak 12,9 persen penyebab kematian pada semua umur di Indonesia. Meski usia pesakit terbanyak masih di usia 65 – 74 tahun, namun pergeseran ke usia muda sudah mulai nampak. Bahkan saya sendiri pernah menemukan kasus pada laki – laki usia 25 tahun yang nampak sehat. Hal ini berdampak terhadap menurunnya kualitas hidup seseorang serta meningkatnya pembiayaan kesehatan oleh negara. Biaya tahun 2016 menghabiskan dana sebesar 7,4 triliun.

Gejala PJK antara lain nyeri dada seperti ditiban, rasa terbakar atau ditindih; nyeri yang tidak bisa ditunjuk; dapat disertai rasa mual, muntah, lemas, keringat dingin; serta tidak hilang dengan beristirahat.

Solusi CERDIK adalah upaya dari Kementerian Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. Solusi CERDIK terdiri dari :

  • Cek kesehatan secara berkala¬†

Lakukan pengukuran tekanan darah dan cek kolesterol rutin minimal sekali dalam setahun pada Puskemas atau Fasilitas Kesehatan setempat. Frekuensi bisa ditambah pada orang yang sudah atau berisiko tinggi terkena PJK.

  • Enyahkan asap rokok

Menurut Institut Kanker Nasional merokok dapat meningkatkan risiko 6 kali lebih rentan terkena serangan jantung. Rokok berpotensi menimbulkan kerusakan pada lapisan dinding arteri serta penebalan pembuluh darah.

  • Rajin beraktifitas fisik

Olahraga dipercaya dapat memperkuat otot dan menjaga peredaran darah menjadi lancar. Lakukan olahraga rutin yang disesuaikan dengan usia dan penyakit Anda sebelumnya.

  • Diet sehat dan seimbang

Lemak yang berlebihan terutama HDL dan Trigliserida yang tinggi berisiko menyebabkan gumpalan pada pembuluh darah. Kurangi gorengan dan junk food. Perbanyak makan serat yang terkandung pada buah dan sayuran. Kurangi garam dan pengawet yang berlebihan.

  • Istirahat cukup¬†

Kelelahan dipercaya membuat suplai oksigen dan nutrisi ke otot jantung berkurang. Tidur cukup minimal 8 jam sehari dipercaya menurunkan risiko penyakit jantung. Kebiasaan bergadang membuat kesehatan dan daya ingat Anda menjadi buruk.

  • Kelola stres

Stres dipercaya sebagai sumber endogen (berasal dari dalam diri sendiri) penyebab oksidan. Buang penyebab stres Anda, kelola dengan baik dengan berpikiran positif dan lakukan kegiatan yang Anda sukai.

Solus CERDIK sesuai dengan faktor risiko yang bisa menyebabkan penyakit jantung koroner. Tujuannya tentu saja bukan hanya kepada pesakit namun justru masyarakat yang berisiko maupun tidak berisiko untuk berpartisipasi dan mendukung upaya ini. Sehingga angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat PJK dapat diturunkan.

Baca juga : Yuk Simak Fakta Penyakit Jantung Koroner di Indonesia Apa Bisa Sembuh?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares