Indonesia Eliminasi Campak dan Rubella dengan Imunisasi MR

Indonesia Eliminasi Campak dan Rubella dengan Imunisasi MR

Indonesia Eliminasi Campak dan Rubella dengan Imunisasi MR

Indonesia Eliminasi Campak dan Rubella dengan Imunisasi MR komitmen target dicapai pada tahun 2020. Untuk mencapai hal itu dilakukan melalui kampanye dan introduksi imunisasi MR dengan cakupan tinggi. Kasus campak dan rubella dinilai lebih prioritas oleh pemerintah karena efeknya lebih berbahaya dan mematikan. Pada tahun 2000, sebanyak lebih dari 562,000 anak per tahun meninggal di seluruh dunia karena komplikasi penyakit campak. Dengan pemberian imunisasi campak dan berbagai upaya yang telah dilakukan maka pada tahun 2014 kematian akibat campak menurun menjadi 115.000 per tahun.

Campak dan rubella disebabkan oleh virus dan mudah menular. Keduanya memiliki gejala dan cara penularan yang hampir sama. Campak ditularkan oleh penderitanya melalui percikan cairan saat mereka bersin atau batuk. Penyakit yang sering disebut ‘tampek’ ini lebih sering mengenai balita. Gejalanya akan timbul setelah virus masuk ke dalam tubuh sekitar satu atau dua minggu antara lain berupa demam tinggi, ruam kemerahan pada tubuh yang diawali pada area belakang telinga dan leher, batuk dan/atau pilek dan/atau konjungtivitis (mata memerah). Komplikasi campak bisa berupa infeksi paru pneumonia, infeksi otak (ensefalitis) dan radang pada telinga.

Rubella atau campak Jerman umumnya menyerang anak – anak dan remaja. Gejala penyakit ini cenderung ringan namun berpotensi menyebabkan sindrom rubella kongenital atau kematian bayi dalam kandungan jika menginfeksi ibu yang sedang hamil terutama sebelum usia kehamilan lima bulan. Gejala rubella antara lain demam, sakit kepala, nyeri sendi, ruam berupa bintik merah di wajah dan tubuh.

Vaksinasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan kekebalan terhadap penyakit tertentu yang dilakukan dengan memasukan vaksin ke dalam tubuh. Target imunisasi MR adalah setiap anak yang berada di rentang usia 9 bulan sampai 14 tahun. Imunisasi MR diberikan secara gratis sebagai komitmen global untuk membasmi virus campak rubella yang bisa memicu kecacatan seperti kebutaan, katarak dan tuli hingga kematian pada anak. Suntikan diberikan pada lapisan subkutan lengan atas.

Persentase keberhasilan vaksin MR dalam membentuk kekebalan yaitu sebesar 95%. Vaksin MR di Indonesia telah mendapat persetujuan dari WHO dan telah mendpat ijin edar dari BPOM. Juga sudah dikaji oleh Kemenkes, Biofarma dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan sudah digunakan kurang lebih oleh 141 negara. Vaksin ini sangat efektif dalam mencegah penyakit campak dan rubella.

Mari dukung Indonesia Eliminasi Campak dan Rubella dengan Imunisasi MR dan bagikan info ini.

Baca juga : Orang Muda Semakin Banyak Kena, Ini Faktor Penyebab Gagal Jantung yang Perlu Anda Ketahui

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares