Faktor Penyebab Perut Buncit dan Kaitannya Terhadap Risiko Penyakit Jantung

Faktor Penyebab Perut Buncit dan Kaitannya Terhadap Risiko Penyakit Jantung

Faktor Penyebab Perut Buncit dan Kaitannya Terhadap Risiko Penyakit Jantung

Tahukah kamu perut buncit memiliki kaitan terhadap risiko penyakit jantung?

Perut buncit masih merupakan momok bagi pria maupun wanita di semua kalangan umur. Hal ini bukan saja menimbulkan dampak kita menjadi kurang PD, nilai penampilan fisik menjadi berkurang, namun berbagai permasalahan kesehatan dapat muncul.

Kaum yang memiliki perut buncit akan lebih berisiko terkena penyakit jantung, kanker, diabetes, Alzheimer, dan sindrom metabolik.

Perut merupakan salah satu bagian tubuh yang memiliki elastisitas tinggi dan paling mudah berlemak. Kemunculan perut buncit biasanya disebabkan oleh menumpuknya lemak viseral di dalam dan sekitar rongga perut.

Faktor Penyebab Perut Buncit dan Kaitannya Terhadap Risiko Penyakit JantungPara pakar kesehatan telah membuktikan, bahwa orang – orang buncit dengan berat badan normal, memiliki risiko penyakit jantung atau risiko kardiovaskular yang lebih tinggi daripada kelompok obesitas yang tidak memiliki lemak berlebih di area pinggang.

Penumpukan lemak pada perut memiliki peran besar dalam menyelimuti beberapa organ tubuh yang penting layaknya ginjal, hati, kelenjar adrenal, dan lain sebagainya. Banyaknya kandungan lemak dalam perut akan membuat fungsi dari organ-organ penting ini terganggu dan pada akhirnya memicu masalah hipertensi.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Minnesota pada tahun 2000 sampai 2016, mereka melakukan pemantauan kardiovaskular seperti serangan jantung dimana hasilnya peserta dengan indeks massa tubuh (BMI) normal dan memiliki obesitas di perut berisiko memiliki risiko kardiovaskular dua kali lipat dibanding peserta yang tidak buncit.

 

Faktor Penyebab Perut Buncit dan Kaitannya Terhadap Risiko Penyakit JantungFaktor Penyebab Perut Buncit

  • Kurang aktifitas dan olahraga

Jika kamu jarang sekali berolahraga maka lemak akan tertimbun karena otot-otot pada bagian tersebut paling jarang digunakan dan dilatih sehingga pembakaran lemak dan kalori sangat minimal. Terlebih jika aktifitas kamu seharian hanya duduk, makan, beraktifitas di depan komputer, laptop, maupun gadget lainnya.

  • Konsumsi lemak jenuh dan gula berlebihan

Makanan yang mengandung lemak jenuh misalnya daging sapi, mentega, dan produk susu. Kelompok makanan ini memicu terbentuknya timbunan lemak di perut

  • Sering konsumsi makanan ringan

Makanan ringan atau snack banyak mengandung pemanis buatan dan perasa makanan kimia yang tidak akan dicerna secara baik oleh sistem pencernaan.

  • Jarak makan makan terlalu dekat dengan waktu tidur

Ketika kamu tidur, tubuh akan secara alami membakar sebagian timbunan lemak. Namun jika kamu tidur dalam keadaan perut penuh maka tubuh tidak akan membakar secara efisien. Makanlah setidaknya dua sampai tiga jam sebelum tidur.

  • Kurang tidur atau terlalu banyak tidur

Dari penelitian terlihat bahwa orang yang kurang tidur atau justru tidur terlalu lama, memiliki kecenderungan untuk mengalami peningkatan lemak dan berat badan. 

  • Stress

Saat kamu stress, tubuh akan mengeluarkan kortisol (hormon stres) yang berdampak meningkatkan nafsu makan dan membuat tubuh menyimpan lemak di sekitar perut

  • Konsumsi alkohol berlebihan

Alkohol mengandung gula dan kalori yang sangat banyak atau berlebihan bagi kebutuhan tubuh.

  • Gemar merokok

Para ilmuwan dari University of Glasgow menemukan bahwa merokok mendorong lemak menuju daerah inti tubuh yang menyebabkan perut menjadi lebih besar.

 

Baca juga : Jadwal Praktek Poli Dokter Spesialis di RSUD Kramat Jati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares