Rekomendasi Sop Buntut Kuah Panas di Bogor

Rekomendasi Sop Buntut Kuah Panas di Bogor

Rekomendasi Sop Buntut Kuah Panas di Bogor

Halo teman – teman, penasaran kan dengan judul kali ini?Rekomendasi sop buntut kuah panas di Bogor pilihan saya?

Jadi ceritanya kemarin saya tidak ada rencana ke Bogor. Berhubung pagi – pagi ada janji temu dan sudah keluar dari rumah jam 9an, sementara janji berikutnya ada jeda waktu 5 jam-an, maka  tiba – tiba muncullah ide untuk makan siang antara Sentul dan Bogor. Dan terpilihlah kota Bogor yeaay….

Kota Bogor memiliki tempat makan yang beragam. Biasanya saya paling suka makan sop dan sate kambing di Kedai Bang Hasan Kumis. Namun karena timing-nya  masih jam makan siang sepertinya kurang cocok. Karena menurut saya, sop dan sate kambing paling nikmat disantap pada malam hari. Terlebih lagi hujan sudah mulai turun. Jadi kepengennya makan ‘sesuatu’ yang berkuah – kuah panas tapi bening tanpa santan gitu…

Sambil menunggu kemacetan setelah keluar tol, saya coba browsing rekomendasi wisata kuliner di internet. Banyak sih memang, tapi kok ya jauh semua ketemunya. Dan karena cuma kepengen makan siang saja sebentar, jadi kita mengarah ke daerah Surken alias Surya Kencana. Daerah ini sudah terkenal sejak zaman dahulu sebagai daerah kuliner halal maupun non halal. Kebetulan dari hasil browsing ketemulah Sate Sumsum Oo.

Perjalanan dimulai…

Sambil diiringi gerimis halus, Google maps sudah mengarahkan dengan tepat. Tapi rumah makan yang kita hendak kunjungi seperti tidak terlihat aktifitas bakar – bakarnya yah. Ternyata benar setelah saya tanyakan ke tukang parkir, yang sudah siap berlari kecil memandu posisi parkir mobil kita, Sate Sumsum Pak Oo baru buka jam 4 sore haiyaaa…

Rekomendasi Sop Buntut Kuah Panas di Bogor

Sambil celingak – celinguk mencari tempat makan yang representatif (kata – kata andalan teman saya), tetiba teman saya ini membelokan mobilnya ke sebuah parkiran rumah makan di Jalan Sukasari. Rumah makan ini memiliki papan nama besar dengan dasar merah : Sop Buntut Ibu Henny.

Awalnya agak ragu juga apakah enak dan cocok dengan lidah. Karena saat kita datang, pengunjungnya hanya beberapa orang dalam 1 meja. Untuk parkiran luas dan agak menanjak karena berada di deretan ruko yang biasanya parkiran milik bersama. Rumah makan ini memiliki kebersihan yang baik. Kita memilih meja di sudut kiri yang tidak terlalu silau karena tertutup gerobak Martabak Poni.

Tempat ini memiliki 9 meja dengan kapasitas masing – masing meja 4 orang. Tidak ada ac, hanya kipas angin karena ruangan tidak tertutup. Ada 1 buah TV 32 inchi yang volume nya cukup keras saat kita datang.

Rekomendasi Sop Buntut Kuah Panas di Bogor Rekomendasi Sop Buntut Kuah Panas di Bogor

Rekomendasi Sop Buntut Kuah Panas di Bogor

Rumah makan ini memiliki tagline “Dijamin Enak, Tidak Enak Gratis“. Keren ya? Sebuah tagline yang menyiratkan optimisme sang pemilik. Pelayan yang kesemuanya laki – laki berseragam merah dengan sigap mendatangi kami. Berhubung saya bawa bekal nasi sayur lauk lengkap (kebetulan si babe lagi rajin masak capcay), jadi saya hanya memesan minuman yang terbaca unik di menu yaitu Mangga Yakult.

Sementara teman saya memesan Sop Buntut Porsi Besar, 1 porsi nasi putih, dan teh tawar. Kenapa besar? Karena menurut info pelayannya, porsi besar artinya ada 3 hingga 5 potongan daging yang cukup untuk kita kongsi. Yang artinya lagi walau saya bawa bekal, tidak mungkin saya tidak icip – icip. Wong saya langsung minta 1 mangkok kosong kok hehehe…

Rekomendasi Sop Buntut Kuah Panas di Bogor
Sop Buntut Porsi Besar IDR 75000

Sop datang dengan tungku mini yang apinya menyala. Tungku ini membuat sop tetap panas sehingga apa yang kita cari pas banget dengan suasana kala itu. Makanan berkuah panas!!! Sementara sebagai pelengkap ditambahkan emping di piring nasi serta jeruk nipis dan sambal cabai merah dalam 1 wadah kecil.

Porsi kuahnya banyak hampir menutupi 3/4 wadah. Warnanya tidak terlalu bening cenderung butek kali ya. Menurut saya kuah tersebut selain dari bumbu dan rempah juga dari hasil rendaman sari – sari daging.  Isinya banyak ada 5 buah buntut yang dagingnya tebal juga irisan wortel kecil dan beberapa potongan besar kentang.

Setelah meracik dengan favorit kita masing – masing, mulailah kita mengeksplorasi sop buntuh kuah panas ini.

Bagaimana rasanya? Kalau boleh saya nilai 7,5 – 8. Untuk kuahnya enak, segar dan cukup gurih, terasa sekali biji pala nya. Tanpa kecap, rasa kuah sop nya sudah enak. Namun saya selalu meracik dengan kecap yang agak banyak, jeruk nipis, serta sambal cabai yang disediakan di tempat kecil. Saya mencicipi potongan buntutnya yang berdaging tebal tapi empuk ini tanpa harus adegan tarik – tarikan dengan tulang. Semakin dicicipi semakin ketagihan. Akhirnya saya buka bekel saya dan menyerah ambil nasi karena awalnya hanya ingin menggado saja.

Rekomendasi Sop Buntut Kuah Panas di Bogor
Mangga Yakult IDR 25000

Teman saya yang biasanya makan sedikit kali ini minta tambah lagi 1 porsi nasi, walaupun akhirnya hanya dimakan 1/2 nya. Poin penting yang menandakan enak tidaknya kalau kami makan yaitu ketika jatah nasi masing – masing sudah habis, kita masih lihat – lihatan siapa yang berhak menghabiskan kuah dan potongan buntut terakhir.

Bagaimana rasa minumannya? Ternyata sirup mangga yang dicampur es batu dan yakult. Nothing special tapi segar.

Sop Buntut Ibu Henny ini ternyata punya banyak cabang yaitu di Kelapa Gading, Sunter, Pluit dan Cibodas. Jam buka rata – rata dari jam 10.00 WIB – 22.00 WIB.

Baca juga : Makna Perayaan Makan Onde bagi Masyarakat Keturunan Tionghoa di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *