Sejarah dan Filosofi Kebiasaan Makan Dim Sum 

Sejarah dan Filosofi Kebiasaan Makan Dim Sum

Sejarah dan Filosofi Kebiasaan Makan Dim Sum

Suka makan dim sum? Sejarah dan Filosofi Kebiasaan Makan Dim Sum bagi masyarakat China sangat menarik sekali untuk dibahas.

Dimsum saat ini menjadi makanan hits dan semakin dicari di kalangan millenial. Kata Dim sum sendiri berasal dari Kanton yang artinya makanan kecil. Makanan ini sering disebut juga Dianxin yang berarti menyentuh hatimu. Menunjuk sebutan kepada beberapa macam makanan kecil tradisional.

Sejarah dan Filosofi Kebiasaan Makan Dim Sum
sumber : www.pixabay.com

Menurut beberapa catatan puisi dan lagu kuno, makanan ini pertama pertama kali dibuat di daerah Tiongkok Utara sekitar 2.500 tahun lalu. Namun yang terkenal yaitu sejarah pada tahun 200-an M hingga abad ke 14 M oleh berbagai kalangan pekerja yang terlibat di sepanjang jalur sutera. Sehingga pada zaman itu banyak dibuka kedai – kedai teh untuk berisitirahat dan menikmati kudapan.

Orang Kanton sering menyajikan kudapan ini dengan teh hangat pada pagi hingga sore hari. Mereka menjadikan dim sum sebagai makanan tradisional yang dinikmati bersama teman-teman saat nongkrong sambil minum teh. Kebiasaan ini disebut dengan Yumcha.

Sejarah dan Filosofi Kebiasaan Makan Dim SumPada awalnya dim sum terdiri dari 2000 jenis. Namun hingga kini, restoran besar pun hanya menyajikan sekitar 100 jenis. Penyajian dan pembuatannya sangat memperhatikan keharmonisan warna, bentuk, rasa dan aroma.

Begitu pula dengan kualitas bahan dasarnya, jenis masakannya dan bahan-bahan alami yang baik untuk kesehatan. Ukurannya sengaja dibuat kecil sehingga dalam satu suapan langsung habis. Bentuknya pun harus indah dan menarik.

Dianxin terbagi atas 4 kategori yaitu kukus, ceker, acar, dan aneka masakan goreng dan manis. Dimsum kukus dihidangkan dalam wadah kukusan bambu sehingga saat dimakan terasa tetap hangat. Makanan ini disajikan dalam porsi kecil yang terdiri dari 3 hingga 4 buah dengan sumpit sebagai alat makannya.

Sejarah dan Filosofi Kebiasaan Makan Dim Sum

Hal yang dipercaya saat memakan kudapan ini yaitu makan dim sum dikatakan baru makan jika meliputi menu hakau, char siu bao, dan siomay. Sementara teh dipercaya dapat membakar lemak yang terkandung dari beberapa jenis dim sum.

Di Indonesia, variasi dimsum yang diadaptasi dengan cita rasa Indonesia contohnya hakau, siomay, mantao, xiao long bao, ceker, char siu bao, dan jenis-jenis lainnya. Makanan ini di beberapa restoran disajikan sebagai menu pelengkap bukan utama.

Nah sekarang sudah bertambah kan info sejarah dan filosofi kebiasaan makan dim sum?

Baca juga : Gabus Pucung Betawi, Masakan Nusantara Penggugah Selera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *