Ini yang Wajib Ada Tradisi Kue Keranjang dalam Perayaan Tahun Baru Imlek

Ini yang Wajib Ada Tradisi Kue Keranjang dalam Perayaan Tahun Baru Imlek

Ini yang Wajib Ada Tradisi Kue Keranjang dalam Perayaan Tahun Baru Imlek

Ini yang Wajib Ada Tradisi Kue Keranjang dalam Perayaan Tahun Baru Imlek bagi masyarakat keturunan Tionghoa. Kue keranjang atau dikenal juga dengan sebutan Nian Gao dari harafiah katanya, Nian berarti tahun dan Gao berarti kue. Jadi Nian Gao memiliki arti kue tahunan yang dibuat khusus setahun sekali saat perayaan Imlek. Beberapa orang kerap kali menyebutnya sebagai dodol Cina. Orang Hokkian menyebut Ti Kwe yang artinya kue manis.

Ini yang Wajib Ada Tradisi Kue Keranjang dalam Perayaan Tahun Baru Imlek
sumber gambar : www.pixabay.com

Kue keranjang merupakan kue yang terbuat dari tepung ketan, gula pasir dan air. Memiliki tekstur yang kenyal dan lengket. Dibuat dengan cara dikukus dan dicetak dalam sebuah keranjang bolong kecil.

Zaman dulu, kue keranjang disusun tinggi bertingkat dengan bentuk yang semakin kecil ke atas dan diletakan kue mangkok berwarna merah. Semakin tinggi atau banyaknya kue keranjang menandakan semakin tingginya tingkat kemakmuran sang pemilik rumah.

Ini yang Wajib Ada Tradisi Kue Keranjang dalam Perayaan Tahun Baru Imlek

Makanan ini wajib ada saat perayaan Tahun Baru Cina atau Imlek baik untuk sajian dalam persembahyangan leluhur, makanan untuk dimakan keluarga ataupun oleh – oleh untuk tamu yang datang. Tahun 2019 Imlek jatuh pada hari Selasa tanggal 5 Februari 2019. Tradisi bagi – bagi kue keranjang masih ada hinggi kini. Selain dibagikan ke tamu atau tetangga, masyarakat Tionghoa juga wajib memakannya karena kue ini memiliki beberapa makna yaitu :

  • Tepung Ketan atau tekstur kenyal : simbol kegigihan, keuletan, pantang menyerah, persaudaraan erat yang selalu menyatu
  • Gula Merah atau rasa manis : simbol suka cita, menikmati keberkatan, kegembiraan dan berusaha memberikan yang terbaik
  • Bentuk bulat tanpa sudut : simbol kekeluargaan tanpa melihat ada yang lebih penting, selalu bersama tanpa batas akhir
  • Disusun tinggi bertingkat dengan kue mangkok : seimbol kehidupan manis kian menanjak dan mekar
  • Proses pembuatan 12 – 20 jam : kesabaran, keteguhan hati, berpikiran positif

Namun secara keseluruhan , kue ini melambangkan keyakinan agar dapat mendapatkan kebaikan di kemudian harinya atau tahun yang akan datang.

Kue keranjang dapat langsung disajikan sebagai kue menemani kopi hitam, dikukus lalu ditambahkan bumbu atau parutan kelapa, atau digoreng dengan tepung terigu dan telur ayam. Ini yang Wajib Ada Tradisi Kue Keranjang dalam Perayaan Tahun Baru Imlek.

 

Baca juga : Kelezatan Sop Iga di Lesehan Sate Gombong Jatiwarna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares